Header Ads

Breaking News

Aksi Baku Tembak Realistis di Free Fire

Aksi Baku Tembak Realistis di Free Fire

Sebagian besar film mengenai transaksi senjata gelap pasti melibatkan aksi baku tembak, tentu saja karena di situ letak keseruannya. Martin Scorcese terlibat dalam film yang disutradarai oleh Ben Wheatley kali ini, dan menghasilkan film Free Fire, yang walau jalan ceritanya sederhana, namun sangat wajib untuk ditonton bagi penggemar film aksi.
Deretan nama-nama tenar seperti Brie LarsonSharlto Copleydan Cillian Murphy menghiasi film ini, dan secara mengejutkan mampu membuat sebuah film yang tidak hanya penuh aksi tembak-menembak, tapi juga aksen humor dan komedik di sana-sini yang membuat film ini sangat unik.

Miscommunication & Open Season

Free Fire 01
Semua dimulai dengan gerombolan pembeli senjata gelap yang dipimpin oleh Chris (Cillian Murphy), dengan membawa serta seorang wanita bernama Justine (Brie Larson) yang profesinya adalah makelar senjata, bertemu dengan penjual senjata asal Afrika Selatan bernama Vernon (Sharlto Copley) yang ditemani oleh Martin (Babou Ceesay) dan Ord (Armie Hammer).
Mereka bertemu di sebuah gedung pabrik tua di Boston yang sudah ditinggalkan, dan pertemuan berlangsung dengan sangat rahasia. Tentu saja, dalam situasi semacam ini, semua orang mengalami ketegangan yang tinggi, dan semua orang mencurigai semua orang lainnya, siaga penuh jika terjadi penipuan mendadak, atau tentu saja, datangnya pasukan penegak hukum tiba-tiba. Tidak, semua itu tidak terjadi, tapi ketegangan yang memuncak di tengah-tengah transaksi dan faktor kesalah-pahaman antara satu pihak dan pihak lainnya memancing terjadinya tembakan pertama. Apa yang terjadi selanjutnya, bisa ditebak.
Free Fire 02
Semua orang mulai menembak pihak lawan, dan berusaha mencari perlindungan dari peluru nyasar dalam pabrik yang berukuran cukup sempit dan dipenuhi dengan jerami dan barang-barang bekas itu. Yang menarik adalah sifat dari setiap orang yang berbeda-beda, salah satunya adalah kelakuan Vernon yang mengesalkan dan tidak bisa ditebak di tengah suara ledakan pistol, serta desingan peluru yang bersahut-sahutan. Suasana menjadi sangat hectic, dan sebagian dari mereka mulai terluka akibat tembakan ataupun juga kecelakaan ketika berpindah tempat untuk mencari perlindungan.
Makin lama, aksi tembak-menembak semakin rumit, karena kita makin sulit untuk melihat siapa menembak ke arah siapa, dan siapa yang terluka, siapa yang masih hidup, dan siapa yang akan selamat hingga akhir seluruh kekacauan ini. Itulah sisi menarik dari Free Fire. Selama kita menonton, kita akan dihibur oleh adegan baku tembak yang dikoreografi dengan sangat asyik, dan cenderung realistik, karena setiap peluru yang berdesing memiliki tujuan yang jelas, seakan setiap aktor dan aktris yang terlibat memiliki bagiannya masing-masing, dan dengan demikian kita bisa mengenal kepribadiannya masing-masing, hanya dari sebuah baku tembak di satu tempat saja! Inilah yang membuat Free Fire wajib kamu tonton, dan dijamin film ini akan memberikan pengalaman film aksi yang berbeda dari biasanya.

No comments